Jumat, 24 Juli 2015

Semangka, Buah Kegemaran Rasulullah Pereda Asam Urat

Written By Argatama Fx on 3 Mar 2013 | 8.42 AM


Buah semangka adalah salah satu buah yang digemari oleh Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam. Diriwayatkan oleh Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Nabi bahwa beliau pernah makan semangka dicampur dengan kurma muda yang sudah masak, 
 beliau bersabda,
“Panas di buah ini dinetralisir oleh unsur dingin di buah ini.” 

 ♦♦♦ 

Buah semangka, atau yang dalam istilah arab disebut dengan biththikh adalah buah multi manfaat. Bahkan bagi penderita asam urat pun tak perlu risau jikalau saja mengerti cara memanfaatkan buah manis yang satu ini. 

 Dari Ibnu Abbas secara marfu,
“Semangka adalah makanan, minuman dan raihan (tanaman harum), mencuci kandung kencing, membersihkan perut, memperbanyak air punggung, membantu bercampur, mencerahkan kulit dan mengatasi kelemahan.” (Kitab Ath-Thibbun Nabawi) 


Ya, kenyataannya manfaat buah semangka bagi penderita asam urat bukan hanya sekadar isapan jempol belaka. Penelitian terbaru terhadap warga di Dupak Bangunsari, Surabaya yang dipublikasikan oleh laman STIKES YARSIS, menunjukkan bahwa jus semangka memberi pengaruh terhadap penurunan kadar asam urat pada sejumlah lansia yang mengalami hiperurisemia (kadar asam urat tinggi). 

Penelitian dilakukan pada 16 orang sampel dan dari kelompok tersebut dibagi menjadi dua golongan terpisah (kelompok kontrol dan eksperimen). Kadar rata-rata asam urat sebelum pemberian terapi jus semangka diketahui pada kelompok eksperimen 8,9 mg/dl, sedangkan kelompok kontrol 8,8 mg/dl. Sementara setelah pemberian terapi jus semangka rata-rata kadar asam urat pada kelompok eksperimen menjadi 5,5 mg/dl, sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata kadar asam urat menjadi 8,7 mg/dl.

Bagaimana cara membuat jus buah semangka? 

Imam Ibnu Qoyyim menegaskan bahwasannya yang perlu diperhatikan adalah buah semangka dikonsumsi sebelum makan. Sementara menurut Imam Dzhahabi efek negatif yang kadang timbul ketika mengkonsumsi buah semangka dapat dinetralisir dengan mengkonsumsi jahe. 

Dalam memilih semangka kiranya juga dapat mengutip perkataan Abu Mishar al-Ghassani.

“Ayahku apabila membeli semangka suka berkata, wahai anakku hitunglah garis yang ada di dalamnya, jika satu maka dia diciptakan untuk menjadi manis.”
(Kitab Thibbun Nabawi) 

Sementara untuk membuat jus semangka yang pertama dilakukan adalah dengan menyiapkan buah semangka segar secukupnya. Buah semangka memiliki kandungan air hingga 93 persen, maka semangka tidak membutuhkan tambahan air ketika dibuat jus. Sementara memberi es atau susu pada jus hanya akan memperlambat atau memperpanjang waktu cerna. 

Sebelum dijus kulit terluar semangka dikupas tanpa melepaskan bagian daging semangka yang berwarna hijau. Semangka lalu dipotong kecil-kecil hingga memungkinkan mudah untuk diblender. Apabila tidak ada blender dapat juga diparut dengan terlebih dahulu bijinya dibuang. Jika menggunakan juicer biji semangka dapat juga disertakan. Jika ingin, jus semangka dapat ditambahkan beberapa sendok perasan sari lemon agar komposisinya lebih seimbang. 

Setelah semangka diblender halus, maka jus dapat diminum satu gelas setidaknya setengah jam sebelum makan pada pagi dan malam hari. Jus semangka dapat diminum untuk menunjang terapi thibbun nabawi lainnya hingga asam urat sembuh. 
Selamat mencoba!

Minggu, 12 Juli 2015

puisiku

RINDU TAK BERTEPI

Ku titip rindu, di rembang malam yang sebentar datang
Ku alamatkan rasa pada sang bayu yang bergerak pelan
Rasa ini bukan sekedar rasa, hinggapnya sampai runtuhkan jiwa
Terpuruk segala rasa, jika massa tak berkawan
Ingin memutar waktu sekedar mengecap rindu
Dingin dan kelu, jari jemari tergantung diam
Rindukan hangat rasa dalam genggaman
Inginkan sandaran kepala bertumpu
Sandarkan letih pada bahu yang bertuan
Namun bagaimana ku bertanya seorang diri
Kemana aku mencari dia yang dalam rengkuhan takdir
Senyum indah sebatas kenangan
Tutur manis hanyalah pengingat
jiwa itu tertelan awan, sosoknya berteman tanah
kugapai hanyalah angin
bayangnya tak mau menghilang
menancap erat terpaku di hati
mengiring langkah didalam sepi
hingga kapan kan terganti
akankah semua ikut terbawa mati
hingga jiwa bertemu kembali
diwaktu yang abadi
tak ada lagi hitungan untung dan rugi
juga martabat diri dan keangkuhan
hanya tinggal keabadian menyatukan rasa dan cinta