Minggu, 12 Juli 2015

puisiku

RINDU TAK BERTEPI

Ku titip rindu, di rembang malam yang sebentar datang
Ku alamatkan rasa pada sang bayu yang bergerak pelan
Rasa ini bukan sekedar rasa, hinggapnya sampai runtuhkan jiwa
Terpuruk segala rasa, jika massa tak berkawan
Ingin memutar waktu sekedar mengecap rindu
Dingin dan kelu, jari jemari tergantung diam
Rindukan hangat rasa dalam genggaman
Inginkan sandaran kepala bertumpu
Sandarkan letih pada bahu yang bertuan
Namun bagaimana ku bertanya seorang diri
Kemana aku mencari dia yang dalam rengkuhan takdir
Senyum indah sebatas kenangan
Tutur manis hanyalah pengingat
jiwa itu tertelan awan, sosoknya berteman tanah
kugapai hanyalah angin
bayangnya tak mau menghilang
menancap erat terpaku di hati
mengiring langkah didalam sepi
hingga kapan kan terganti
akankah semua ikut terbawa mati
hingga jiwa bertemu kembali
diwaktu yang abadi
tak ada lagi hitungan untung dan rugi
juga martabat diri dan keangkuhan
hanya tinggal keabadian menyatukan rasa dan cinta 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar