RINDU TAK BERTEPI
Ku titip rindu, di rembang malam
yang sebentar datang
Ku alamatkan rasa pada sang bayu
yang bergerak pelan
Rasa ini bukan sekedar rasa,
hinggapnya sampai runtuhkan jiwa
Terpuruk segala rasa, jika massa
tak berkawan
Ingin memutar waktu sekedar
mengecap rindu
Dingin dan kelu, jari jemari
tergantung diam
Rindukan hangat rasa dalam
genggaman
Inginkan sandaran kepala bertumpu
Sandarkan letih pada bahu yang
bertuan
Namun bagaimana ku bertanya
seorang diri
Kemana aku mencari dia yang dalam
rengkuhan takdir
Senyum indah sebatas kenangan
Tutur manis hanyalah pengingat
jiwa itu tertelan awan, sosoknya
berteman tanah
kugapai hanyalah angin
bayangnya tak mau menghilang
menancap erat terpaku di hati
mengiring langkah didalam sepi
hingga kapan kan terganti
akankah semua ikut terbawa mati
hingga jiwa bertemu kembali
diwaktu yang abadi
tak ada lagi hitungan untung dan
rugi
juga martabat diri dan keangkuhan
hanya tinggal keabadian menyatukan rasa dan
cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar